Winnie The Pooh Hana Puji Hastuti: JOTA-JOTI Internasional

Sabtu, 03 November 2012

JOTA-JOTI Internasional


          Sekitar pukul 07.00 saya terbangun dari tidur. Tempat tidur langsung saya rapikan serapi-rapinya. Selama setengah jam saya sarapan sambil on di twitter. Pukul 08.10 saya mandi dan mempersiapkan diri untuk datang latihan di SMP Negeri 3 Tangerang. Yang harusnya pukul 08.30 saya sudah berangkat dari rumah, tetapi sekarang disuruh nunggu ayah saya menyelesaikan pekerjaannya, karena ia akan menghantarkan saya ke tempat tujuan saya.
Saya kesal karna sudah hampir 1 jam menunggu, saya disms sama beberapa teman atas keberadaan saya sudah sampai dimana. Salah satu teman saya sms seperti ini ‘Lagi dimana? Mau ikut jotajoti?’ saya kaget atas sms tersebut. Siapa sih yang ga mau ikut JOTA-JOTI ya pasti saya balas sms tersebut dengan semangat untuk ikut. Tak lama setelah membalas sms tersebut saya berangkat bersama Ayah saya.
Sesampainya disana angkatan 27 sedang latihan dibimbing oleh angkatan 26. Angkatan saya ternyata belum ngumpul semua. Sekitar pukul 09.55 angkatan 25 berkumpul di depan sanggar karena pembina akan memberitahukan 1 info yang cukup menngejutkan.


“Assalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh. Kakak mau menyampaikan bahwa kakak semalam sekitar pukul 01.00 malam kakak dapat kabar dari kwarnas ada JOTA-JOTI Internasional. Kita diharapkan ikut. Kakak ga mewajibkan semuanya, karna ini berita mendadak jadi ga ada surat edaran apapun untuk perizinan kalian kesana. Jadi yang mau ikut konfirmasi kakak, kakak tunggu 10menit kemudian. Langsung telfon orang tuanya, jika boleh langsung pulang ke rumah ambil perlengkapan masing-masing. Wassalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh.” Ucap Kak Fajar pembina kami.
Setelah dibubarkannya rapat tersebut, saya langsung menelfon nomor ayah saya. Ternyata yang mengangkat telefon itu ibu saya. Saya langsung menjelaskan cerita JOTA-JOTI itu seperti apa. Karena tahun 2011 saya pernah ikut JOTA-JOTI Nasional jadi orang tua saya tidak ragu lagi dalam perizinan untuk mengikuti JOTA-JOTI tahun ini. Dan dengan buru-buru dengan wajah beraut penuh riang saya mengabarkan teman saya lainnya dan tentunya pembina saya, bahwa saya boleh ikut.
Oke, baru beberapa orang ikut. Yang lainnya masih berusaha membujuk orang tuanya untuk bisa mengizinkan mereka ikut JOTA-JOTI. Dan yang sudah dapat izin langsung pulang ke rumah masing-masing untuk mengambil peralatan. Saya dan Fida bingung, harus pulang naik apa, berhubung rumah saya juga jauh banget dan anak putranya sudah pulang duluan, kaami berdua tambah bingung.
Saya berfikiran untuk menelfon Hilal atau yang biasa dipanggil Monang. Ternyata Monang sedang di rumahnya untuk mengambil baju pramuka. Kami berdua menunggu Monang sampai balik lagi ke sekolah. Karena sekolah kita mengadakan event Jumpa Aksi Penggalang ke-13 tiba-tiba ada pinru dari 245 Jakarta datang, karna bosen nunggu Monang jadi main ledek-ledekan sama Fida tentang si pinru Spider hehe, entah pinrunya dengar atau nggak.
Akhirnya Monang datang, dengan tergesa-gesa menuju sepeda motornya Monang. Karena Fida ingin ikut juga biar mempercepat waktu dengan terpaksa kita naik motornya Monang itu bertiga, Saya, Fida dan Monang. Istilah jaman sekarang itu ‘cengtri’ hehe. Dengan pengalaman pertama kali cengtri begitupun Fida yang baru mengalaminya, kita tertawa-tawa saja dibarengkan rasa khawatir taku ditilang dan sebagainya. Pengalaman yang sangat mengasyikan pertama kali  cengtri hehe. Pertama menghantarkan Fida sampai rumahnya, setelah itu Monang menghantarkan Saya. Terkena macet di daerah Kunciran, karena ada pembetulan jalan. Sampainya di rumah Saya,  dengan gerak cepatnya saya hanya 15 menit semuanya selesai untuk bersiap. Pamit dan langsung pergi lagi ke sekolah, dan harus jemput Fida lagi. Selama perjalanan ke rumahnya Fida, saya dan Monang terjebak macet. Dan sampai, untuk kedua kalinya cengtri bersama Fida dan Monang. Dengan rambut acak-acakan dan wajah tablo sampailah di SMP N 3 Tangerang.
Langsung mempersiapkan 1 tenda untuk menginap disana beserta alasnya. Tak ketinggalan topi Scoutnet dan topi pandan untuk putri serta baret untuk putra dipersiapkan. Dan ternyata fix ikut hanya 6putri dan 4putra. Lalu kami diberikan penyuluhan oleh Kak Putra tentang JOTA-JOTI. Ketika diberikan penyuluhan Sekar dan Noni datang, dan Dwi pun menangis. Ternyata Dwi ingin ikut JOTA-JOTI juga. Yaudah, akhirnya Noni menghantarkan Dwi pulang untuk mengambil peralatannya. Dan ternyata Kak Fajar ngajak Fadhlan dan Monang juga untuk ikut JOTA-JOTI dan akhirnya mereka pulang secara bersamaan.
Sambil menunggu mereka sampai kesini lagi, kita ngobrol bareng-bareng sambil memikirkan gimana caranya biar sampai di Wiladatika. Kami dipanggil oleh pembina untuk berkumpul Dan ternyata kami harus memikirkan cara untuk pergi ke Wiladatika. Pertama, Febby ade kelas saya berfikir untuk naik mobil pribadinya. Febby konfirmasi dengan tantenya terlebih dahulu dan ternyata nggak bisa. Ya, cuaca sudah mulai nggak mendukung. Sedikit menunda keberangkatan kami. Rintik-rintik hujan mulai membasahi, kami tidak berharap hujan tersebut akan awet membasahi kota Tangerang. Alhamdulillah doa kami terkabul.
Sudah jam 2 siang. Kami lupa solat dzuhur dan akhirnya kita ke masjid sekolah bersama untuk melaksanakan solat dzuhur berjama’ah. Setelah solat berjama’ah kami berkumpul dipanggil pembina kami. Semuanya sudah datang. Dalam hitungan 10 kami harus membawa tas perlengkapan kami dan baris di depan gerbang yang didalam sekolah. Oke, kami sudah berbaris rapi dengan tas ransel yang penuh dengan barang bawaan. Tenda dan alasnya dibawakan oleh Kak Rangga. Pelepasan oleh Pembina Gudep kami yaitu Bu Iin dan kami dilepas. Kami diarahkan untuk naik angkutan umum. Kami diberitahukan dari sekolah kami jalan terlebih dahulu sampai CBD Mall Ciledug hingga bertemu Bus Patas nomor 73 arah Kampung Rambutan, dan disambung angkot yang mengarah Wiladatika berwarna merah. Sebelum berangkat kami berdoa bersama dengan membuat lingkaran. Lalu kami berangkat.
Kami berjalan dengan membuat 2 barisan. Menjadi pusat perhatian orang sekitar hehe. Sebelum sampai CBD Mall Ciledug kami sudah melihat Bus Patas 73, kami mengejar dan apa daya Bus tersebut sudah jalan dengan kencang. Dengan semangat kami terus berjalan menulusuri jalan raya yang sangat padat merayap. Ketemu Bu Iin di jalan dan katanya Bus Patas suka berhenti di RS.Sari Asih. Hah? Sari Asih? Serius kita jalan sampai sana? Iya kita jalan sampai sana. Dan akhirnya ada Bus Patas 73 juga yang berhenti disitu. Keneknya itu baik deh, kita anak sekolah yang harusnya 1 bangku itu harganya Rp8000 eh ini didiskon hehe. Sambil meunggu penumpang naik kita makan siang terlebih dahulu. Noni dan Sekar beli 13 roti untuk mengganjal perut kita serta air mineral.
Bus pun setengah penuh dengan penumpang. Dengan basmallah bus-nya berangkat. Aku dan Fida didiskon kami Rp15000 untuk berdua hehe. Selama perjalanan aku ingin berusaha tidur tetapi tak bisa. Gefin dan Monang tertidur pulas. Setelah berbincang-bincang dengan keneknya kita akan turun di Jl.Baru. Dan akhirnya kita sampai di Jl.Baru. Dan kami bertemu dengan seorang bapak-bapak yang se-bus juga dengan kita yang ingin ke Celeungsi. Kata bapak-bapak tersebut kita naik angkota biru saja. 13 orang naik dalam 1 angkot hehe, seru. Dan kami diturunkan didekat jembatan. Abang angkotnya ngeselin. Katanya kita akan diturunkan di Wiladatika langsung tetapi kita harus jalan dulu dan abangnya pelit ongkos kita kurang tetap ditagih. Lalu kita melewati jembatan layang. Fida sangat takut ketinggian jadi mukanya agak panik gitu.
Dan tibalah di gerbang bertuliskan Taman Wisata Wiladatika. Duuuuh, nggak kerasa banget. Untuk memastikannya kita menelfon Kak Fajar pembina kami terlebih dahulu. Kami benar arah jalannya dan kata Kak Fajar kita langsung masuk saja, Kak Fajar menunggu di samping Pusdiklatnas. Yuhuuu~ ada Kak Rangga dan Kak Putra yang menunjuki arah jalan ke gedung Pusdiklatnas. Dari kejauhan terlihat tenda-tenda sudah berdiri. Huft, azan maghrib terdengar, pas banget dengan kedatangan kita di samping gedung Pusdiklatnas.
Kita baris dan bertemu Kakak DKN, Kita diucapkan ‘Selamat Datang’ dan diberi instruksi. Kita bisa mengunakan tenda yang disediakan Buper, kita solat maghrib terlebih dahulu, dirikan tenda dan makan malam lalu sholat isya. Kami langsung melaksanakan perintah tersebut. Kami menaruh barang bawaan kami dan kami lepas sepatu untuk menuju masjid. Setelah sholat Maghrib kami mendirikan tenda. Tenda dari buper digunakan untuk putri dan 2 tenda yang kami bawa untuk putra. Yang putra mendirikan tenda putri dan putra mendirikan tenda putra. Hehe kerjasama yang bagus. Tenda kita diarahkan untuk disebelah tenda dari Jakarta Selatan. Tenda kita belum selesai berdiri. Tetapi kita disuruh makan bersama. Kami menyudahi pendirian tendanya.
Menu makanannya itu Sop makaroni, Nasi putih, Ayam goreng, kerupuk, serta segelas air mineral. Disitu yang putrinya mendapat giliran yang pertama untuk mengambil makanannya. Kami sangat lahap sekali menyantap makanan yang disediakan oleh panitia JOTA-JOTI. Makanannya lezat. Setelah itu kami melanjutkan pendirian tenda, akhirnya tenda pun berdiri atas kerjasama kita semua. Setelah itu kita ganti baju kegiatan dan sholat Isya. Kembali menuju masjid hehe. Eh ternyata tak lama dari Masjid kita disuruh ngumpul. Kita tergesa-gesa untuk menuju barisan. Setelah baris jika ada alat tulis atau alat pribadi yang sangat penting masih tertinggal di tenda harap dibawa. Dan beberapa dari kita mengambil barang-barang tersebut dari tenda kita.
Lalu kami akan belajar materi JOTI. JOTI adalah Jambore On The Internet. Kami mengarah ke kolam renang. Tapi kita nggak tau arah kolam renangna dimana hehe. Kita ditemani oleh Kak Ipul. Kak Ipul seru banget, orangnya kocak, ngehibur kita, cepet banget klop banget sama kita selama perjalanan hehe. Selama di perjalanan Kak Ipul selalu menghibur kita. “Jalan cepet-cepet jalannya, kita udah tua nih haha” begitulah kata Kak Ipul. Duh haha padahal kita jalannya pelan loh. Eeee ternyata kita ke lantai 2. Dan kembali menaiki tangga. Fida panik kembali melihat ketinggian dan mukanya pucat. Sampailah di gedung kolam renang.
Sebelum kegiatan ber-JOTI kita belajar tentang ‘JURNALISTIK’ mungkin diantara kita semua yang ikut JOTA-JOTI ada yang bermimpi bercita-cita jadi presenter, jurnalistik, penyiar, kameramen dll. Nah, disini kita belajar bersama kak al-banjari bagaimana caranya menggapai cita-cita itu semua. Kita bisa iseng-iseng foto-foto atau menjadi kameramen dalam suatu acara dalam gudep kita. Foto-foto, segala informasi kejadian, video dan lain-lain sekarang Pramuka bisa menampungnya lewat www.Pramukatv.com. Sungguh bahagianya kita semua.
Oke kita telah belajar dunia pertelevisian. Sekarang saatnya kita ber-JOTI dengan tema ‘forum persahabatan’. Disini kita menggunakan 4 pc (personal computer). 1 pc nya terdiri dari 6 orang. Saya mendapat kelompok nomor 4 kalo gasalah. Saya berkelompok dengan Chindi (201 Jakarta), Haekal (3 Tangerang), Wiwik (201 Jakarta), Restu (3 Tangerang) dan 1 lagi dari Bekasi tapi lupa nama hehe. Kita ber-JOTI deh dengan bimbingan Kakak-Kakak panitia kita bisa memakai software yang bernama ‘MIRC’ artinya Move Internet RC nya lupa hehe. Ketika MIRC kita sudah ke log-in kita disuruh mencari 5 orang dari sahabat-sahabat JOTI kita yang sedang ber-JOTI ria juga di Internet, apalagi sedang malam minggu pasti ramai. 5 orang itu kita harus mendata nama, email, nomor telp, dan asalnya. Untuk yang pertama Saya bagian ngetiknya, Restu bagian translete kalo ada orang luar Indonesia, Chindi mencata data mereka dan yang lain membantu. Kita ganti-gantian menggunakan pc tersebut setelah aku ada yang lain menggunakan pc nya.
5 orang pun selesai tercatat dengan kehadiran 1 orang luar Indonesia. Kocak banget pas kita nyari data 5 orang tersebut haha ada yang rempong, ada yang langsung ngasih datanya, ada yang harus dibujuk-bujuk dulu dan lain-lain deh ceritanya.Tiba-tiba Haekal mau deket-deket Chindi, yaudah saya geser deh, dan dia mainin MIRC-nya. Dan kita semua disuruh ngumpul, kita kasih laporan forum persahabatan kita selama ber-JOTI. Lalu kita dapet snack hehe saya hanya mengambil kue pastel. Pukul 11 lewat pada malam hari, kita balik ke tenda kita. Selama perjalanan balik, Iqbal ngeledekin terus kalo di sebelah kanan saya ada sesuatu gitu. Dia buat saya parno. Dan alhamdulillah sampai juga di tenda.
Saatnya tidur. Namanya juga Jakarta pasti panas dan banyak nyamuk. Astagaaa..... selama ingin memejamkan mata itu nggak bisa nyenyak cuma gara-gara nyamuk doang. Sekar, Dwi, Noni malah bikin VoiceNote nyanyi lagunya Raisa yang Apalah Arti Menunggu. Duh malam minggu galau. Restu juga mau anniv sama anggota Godzilla hehe. Saya, Restu, Febby, Dwi sudah tertidur. Fida, Sekar, dan Noni kebiasaannya datang yaitu mules mendadak di tenga malam, akhirnya mereka kentut di belakang tenda dan terbentuklah teori ‘kentut’ ala Sekar dan Noni. Dan mereka semua tertidur.
Pada saat tidur, saya tidur di sebelah Dwi, terdengar suara yang kurang mengenakan. Ternyata dia ngorok haha, jadinya saya terbangun. Dan setelah ngorok saya mendengar lagi suara Dwi “itu ada perempuan”, Dwi kenapa? Dwi ngigo? Entahlah sepertinya iya, ngigonya Dwi membuat saya parno ketakutan dan saya mencoba memejamkan mata tertidur nyenyak. Nggak lama saya nyenyak terdengarlah suara orang ngaji dari masjid. Selama tidur saya mendengar orang ngaji tersebut. Azan subuh pun terdengar. Saya langsung membangunkan yang lain. Ketika semuanya bangun semua langsung bercerita Dwi ngigo, Dwi ngorok, dan mendengar suara-suara tokek yang mitosnya ada si hantu..... Dan efek ketawa mulu jadinya kebelet dan buru-buru kita semua ke Masjid untuk melaksanakan sholat subuh.
Peserta JOTA-JOTI lainnya belum ada yang bangun untuk sholat subuh. Kebiasaan camping gini, keinget jurit malam dan bangun sholat subuhnya pagi banget hehe. Setelah sholat Subuh, ada yang mau senam dulu, ada yang mau langsung tidur, ada yang nyanyi-nyanyi, ada yang kelaperan, dan lain-lain. Pertama sih kita makan biskuit dari Kak Rangga untuk sedikit mengganjal perut. Nggak lama sudah pukul 05.30 saja, eh di depan tenda kita senam-senam sedikit haha pakai lagu senam pramuka. Tiba-tiba di depan gedung pusdiklat ada yang senam gitu. Fida dan anggota Jamur lainnya mengikuti, kocak banget mereka ngikutin instruktur senamnya. Setelah itu kami membersihkan diri kita. Kita langsung ganti baju pramuka. Setelah ganti baju pramuka kita berfoto-foto di daerah gedung tersebut. Bertemu dengan pembina dari seluruh Indonesia. Senang sekali bisa berfoto dengan Pembina dari Papua.
Sekitar pukul 8 kita berkumpul untuk sarapan. Menu sarapan kali ini nasi goreng isi bakso, emping, acar, air mineral dan pisang. Lezat banget deh nasi gorengnya. Setelah sarapan diinstruksikan untuk pakai baju pramuka lengkap untuk ber-JOTA kembali. Sambil menunggu untuk ber-JOTA, salah satu anggota Godzilla naksir anggota Raflesia 201 Jakarta itu hehe jadi main ledek-ledekan gitu. Terus kita main dance lagu cobo junior dan JKT48, disini seru banget. Saatnya berkumpul kembali, kita diinstruksikan untuk merapikan tenda, merapikan barang-barang, karena setelah ber-JOTA kita akan ikut Upacara Penutupan.
Kita langsung merubuhkan tenda dan merapikan barang-barang bawaan kami. Sebelum kita ber-JOTA kita bermain games terlebih dahulu, dimulai games dari Kak Andry mulai dari panjang=pendek dan sebaliknya, besar=kecil dan sebaliknya, dan lain-lain. Yang kocaknya si Hilal (Monang) itu pakai baju Dicky, eh pas games pengurutan nama dia menebut ‘H’ eh kata kakak yang lain namanya Dicky, dia kelupaan hehe. Dan kita bermain games ‘melon, lemon, molen’ nahloh bingung sendiri, setelah itu kita bermain ‘Perang Dunia’ ini adalah permainan yang seru banget. Pada saat bermain Perang Dunia saya berkelompok dengan Kakak dari Jabar, Noni, Fida dan Febby. Kelompok kita diberi nama Inggris. Haha seru banget. Pemenangnya itu dari negara Jepang kalo nggak salah.
Lalu kita berkumpul kembali untuk ber-JOTA. Ber-JOTA kali ini itu adalah ‘Fox hunting’. Salah satu semacam antena gitu pakai sinyal. Seperti kita mencari korban dalam kecelakaan besar atau bencana alam. Dibimbing oleh Kak Adiyatma kita diberi ilmu tentang penggunaan Antena tersebut dan contoh-contohnya dalam kehidupan sehari-hari.
Dan pada saat pelaksanaanya kita giliran ke-3 dan ditambah 2 kakak-kakak dari Jawa Barat. Kakak dari Jabar yang memegang Antena dan Noni memegang radio sinyalnya. Sekali lagi kita diberikan pengarahan oleh Kak Adiyatma. Disini ada yang bertugas mengumpatkan barangnya ada juga yang mencari. Kita bertugas untuk mencari. Atas kerjasama yang sangat baik kita menemukan barang tersebut dengan waktu kurang lebih 3menit. Barang tersebut ada di bawah tumpukan dedaunan. Selama yang lain mencobanya, Noni mengalami penyakit maag, mungkin karena dia tadi makannya terlalu sedikit. Sekar dan Dwi membawanya untuk segera diobati. ‘Fox Hunting’ pun selesai. Dan setelah itu kita beristirahat.
Setelah beristirahat sebentar kita melaksanakan Upacara Penutupan. Kwarcab dari kita doang pake topi pandan hehe. Mengikuti Upacara Penutupan JOTA-JOTI dengan khidmat. Saya kagum dengan protokolnya. Upacara Penutupan pun selesai. Lalu kita makan siang bersama dengan menu makanan: nasi putih, sayur oyong, ayam balado ijo, tahu&toge pedas serta penutupnya itu melon. Kita makan bersama lagi. Kita kekurangan cairan, Febby dan Restu akhirnya beli 2 botol air mineral besar. Karena sudah rintik-rintik. Kita menunggu Febby dan Restu, lalu memindahkan barang-barang ke Masjid.
Mengkonfirmasikan ke pembina kalau kita sudah selesai melaksanakan kegiatan JOTA-JOTI. Bagaimana nasib pulangnya? Entahlah. Selama menunggu kabar dari pembina ternyata ada yang lagi syuting. Fadhlan dengan antusiasnya dia sampai nanya ke sutradaranya boleh foto apa nggak dengan artis-artis tersebut. Dan nggak lama kita disuruh pulang seperti keberangkatan kami kesini.
Tiba-tiba Kak Ipul datang, ya Allah Kak Ipul baik banget menemani kita disini sambil packing baran kita lagi. Kak Ipul ga segan berbincang dan bercanda dengan kita. Packing pun selesai. Sebelum kita pulang, kita berfoto dengan Kak Ipul. Berdoa bersama dengan Kak Ipul. Lalu kita pamit dengannya “sampai bertemu di JOTA-JOTI selanjutnya kak:’)” menahan haru meninggalkan Kak Ipul, sampai minta username twitternya. Dan di depan gedung Pusdiklat kita berfoto untuk sekali lagi. Eh Kak Andry, Kak Agus dan lain-lain lewat untuk menanyakan kabar kami dan mengarahkan jalan untuk kami pulang. Dan mereka pulang duluan. Kita menelusuri jalan raya kembali sampai ke persimpangan.
Kita bertemu Kakak-kakak dari Jawa Barat juga sedang menunggu angkutan. Dan kita mencari-cari angkutan arah terminal kampung rambutan. Dapat juga angkutan arah kampung rambutan. Abangnya baik, kita diberi arahan ketika sampai di terminal nanti agar tidak kebingungan. Ongkosnya pun didiskon oleh abangnya. Abangnya baik sekali. Kita meunggu Bus Patas 73 keluar dari terminal. Perdebatan terjadi disitu. Perdebatan usai, Bus Patas pun keluar dari Terminal Kampung Rambutan. Kita menaiki Bus tersebut, alhamdulillah Bus Patasnya tidak penuh, agar kita bisa duduk nyaman hingga sampai Ciledug. Masih daerah Kampung Rambutan ada kakek dan nenek tidak kebagian bangku, Monang dengan hati baiknya itu memberi tempat duduknya untuk neenk tersebut, Monang pun rela berdiri. Kami membayar Bus Patas tersebut. Lalu kami semua tertidur pulas kecuali Monang yang harus menikmati pegalnya berdiri.
Nggak sadar sudah sampai Pasar Cipulir, disitu akhirnya Monang bisa duduk. Efek ngantuk banget saya pun tertidur kembali. Dan taraaaaa~ sampailah di perempatan Ciledug. Lalu kita turun dan jalan mengarah SMP N 3 Tangerang. Sesampainya disana sedang ada rapat para alumni. Kita disuruh menceritakan kejadian selama JOTA-JOTI kepada pembina, kita ceritakan semua. Saya sudah dijemput dan saya pulang terlebih dahulu daripada teman-teman saya yang lain.

TAMAT

Kesan:
-          Seru bisa cinlok sama Kwarcab lain.
-         Seru bisa Ber-JOTA JOTI bareng.
-         Nginep dengan kwarcab lain.
-         Tertawa bareng kwarcab lain&panitia JOTA-JOTI.Pesan untuk kedepannya:
-          Selalu adakan JOTA-JOTI pertahunnya dalam tingkat Nasional maupun Internasional.
-          Harus lebih banyak mengundang Kwarcab lain untuk daerah se-JABODETABEK.
-          Waktunya lebih lama untuk pengadaan JOTA-JOTI ini.
-          Lebih banyak pengembangan teknologi yang diadakan di JOTA-JOTI ini.
-          Kalau bisa praktek menjadi presenter, kameramen atau hal lainnya dalam dunia pertelevisian.

Yang saya dapat:
-          Mendapat banyak teman.
-          Bisa tau daerah Jakarta, terutama angkutan umum mengarah ke Wiladatika.
-          Mendapat ilmu yang tak terhitung harganya.
-          Bisa kenal kakak-kakak DKN.
-          Bisa bertemu pembina dari seluruh Indonesia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar