Sekitar pukul 07.00 saya terbangun dari tidur. Tempat tidur
langsung saya rapikan serapi-rapinya. Selama setengah jam saya sarapan sambil
on di twitter. Pukul 08.10 saya mandi dan mempersiapkan diri untuk datang
latihan di SMP Negeri 3 Tangerang. Yang harusnya pukul 08.30 saya sudah
berangkat dari rumah, tetapi sekarang disuruh nunggu ayah saya menyelesaikan
pekerjaannya, karena ia akan menghantarkan saya ke tempat tujuan saya.
Saya kesal karna sudah hampir 1 jam
menunggu, saya disms sama beberapa teman atas keberadaan saya sudah sampai
dimana. Salah satu teman saya sms seperti ini ‘Lagi dimana? Mau ikut jotajoti?’
saya kaget atas sms tersebut. Siapa sih yang ga mau ikut JOTA-JOTI ya pasti
saya balas sms tersebut dengan semangat untuk ikut. Tak lama setelah membalas
sms tersebut saya berangkat bersama Ayah saya.
Sesampainya disana angkatan 27 sedang
latihan dibimbing oleh angkatan 26. Angkatan saya ternyata belum ngumpul semua.
Sekitar pukul 09.55 angkatan 25 berkumpul di depan sanggar karena pembina akan
memberitahukan 1 info yang cukup menngejutkan.
“Assalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh.
Kakak mau menyampaikan bahwa kakak semalam sekitar pukul 01.00 malam kakak
dapat kabar dari kwarnas ada JOTA-JOTI Internasional. Kita diharapkan ikut.
Kakak ga mewajibkan semuanya, karna ini berita mendadak jadi ga ada surat
edaran apapun untuk perizinan kalian kesana. Jadi yang mau ikut konfirmasi kakak,
kakak tunggu 10menit kemudian. Langsung telfon orang tuanya, jika boleh
langsung pulang ke rumah ambil perlengkapan masing-masing.
Wassalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh.” Ucap Kak Fajar pembina kami.
Setelah dibubarkannya rapat tersebut,
saya langsung menelfon nomor ayah saya. Ternyata yang mengangkat telefon itu
ibu saya. Saya langsung menjelaskan cerita JOTA-JOTI itu seperti apa. Karena
tahun 2011 saya pernah ikut JOTA-JOTI Nasional jadi orang tua saya tidak ragu
lagi dalam perizinan untuk mengikuti JOTA-JOTI tahun ini. Dan dengan buru-buru
dengan wajah beraut penuh riang saya mengabarkan teman saya lainnya dan
tentunya pembina saya, bahwa saya boleh ikut.
Oke, baru beberapa orang ikut. Yang
lainnya masih berusaha membujuk orang tuanya untuk bisa mengizinkan mereka ikut
JOTA-JOTI. Dan yang sudah dapat izin langsung pulang ke rumah masing-masing
untuk mengambil peralatan. Saya dan Fida bingung, harus pulang naik apa,
berhubung rumah saya juga jauh banget dan anak putranya sudah pulang duluan,
kaami berdua tambah bingung.
Saya berfikiran untuk menelfon Hilal
atau yang biasa dipanggil Monang. Ternyata Monang sedang di rumahnya untuk
mengambil baju pramuka. Kami berdua menunggu Monang sampai balik lagi ke
sekolah. Karena sekolah kita mengadakan event Jumpa Aksi Penggalang ke-13
tiba-tiba ada pinru dari 245 Jakarta datang, karna bosen nunggu Monang jadi
main ledek-ledekan sama Fida tentang si pinru Spider hehe, entah pinrunya
dengar atau nggak.
Akhirnya Monang datang, dengan
tergesa-gesa menuju sepeda motornya Monang. Karena Fida ingin ikut juga biar
mempercepat waktu dengan terpaksa kita naik motornya Monang itu bertiga, Saya,
Fida dan Monang. Istilah jaman sekarang itu ‘cengtri’ hehe. Dengan pengalaman
pertama kali cengtri begitupun Fida yang baru mengalaminya, kita tertawa-tawa saja
dibarengkan rasa khawatir taku ditilang dan sebagainya. Pengalaman yang sangat
mengasyikan pertama kali cengtri hehe.
Pertama menghantarkan Fida sampai rumahnya, setelah itu Monang menghantarkan
Saya. Terkena macet di daerah Kunciran, karena ada pembetulan jalan. Sampainya
di rumah Saya, dengan gerak cepatnya
saya hanya 15 menit semuanya selesai untuk bersiap. Pamit dan langsung pergi
lagi ke sekolah, dan harus jemput Fida lagi. Selama perjalanan ke rumahnya
Fida, saya dan Monang terjebak macet. Dan sampai, untuk kedua kalinya cengtri
bersama Fida dan Monang. Dengan rambut acak-acakan dan wajah tablo sampailah di
SMP N 3 Tangerang.
Langsung mempersiapkan 1 tenda untuk
menginap disana beserta alasnya. Tak ketinggalan topi Scoutnet dan topi pandan
untuk putri serta baret untuk putra dipersiapkan. Dan ternyata fix ikut hanya
6putri dan 4putra. Lalu kami diberikan penyuluhan oleh Kak Putra tentang
JOTA-JOTI. Ketika diberikan penyuluhan Sekar dan Noni datang, dan Dwi pun
menangis. Ternyata Dwi ingin ikut JOTA-JOTI juga. Yaudah, akhirnya Noni
menghantarkan Dwi pulang untuk mengambil peralatannya. Dan ternyata Kak Fajar
ngajak Fadhlan dan Monang juga untuk ikut JOTA-JOTI dan akhirnya mereka pulang
secara bersamaan.
Sambil menunggu mereka sampai kesini
lagi, kita ngobrol bareng-bareng sambil memikirkan gimana caranya biar sampai
di Wiladatika. Kami dipanggil oleh pembina untuk berkumpul Dan ternyata kami
harus memikirkan cara untuk pergi ke Wiladatika. Pertama, Febby ade kelas saya
berfikir untuk naik mobil pribadinya. Febby konfirmasi dengan tantenya terlebih
dahulu dan ternyata nggak bisa. Ya, cuaca sudah mulai nggak mendukung. Sedikit
menunda keberangkatan kami. Rintik-rintik hujan mulai membasahi, kami tidak
berharap hujan tersebut akan awet membasahi kota Tangerang. Alhamdulillah doa
kami terkabul.
Sudah jam 2 siang. Kami lupa solat
dzuhur dan akhirnya kita ke masjid sekolah bersama untuk melaksanakan solat
dzuhur berjama’ah. Setelah solat berjama’ah kami berkumpul dipanggil pembina
kami. Semuanya sudah datang. Dalam hitungan 10 kami harus membawa tas
perlengkapan kami dan baris di depan gerbang yang didalam sekolah. Oke, kami
sudah berbaris rapi dengan tas ransel yang penuh dengan barang bawaan. Tenda
dan alasnya dibawakan oleh Kak Rangga. Pelepasan oleh Pembina Gudep kami yaitu
Bu Iin dan kami dilepas. Kami diarahkan untuk naik angkutan umum. Kami
diberitahukan dari sekolah kami jalan terlebih dahulu sampai CBD Mall Ciledug
hingga bertemu Bus Patas nomor 73 arah Kampung Rambutan, dan disambung angkot
yang mengarah Wiladatika berwarna merah. Sebelum berangkat kami berdoa bersama
dengan membuat lingkaran. Lalu kami berangkat.
Kami berjalan dengan membuat 2
barisan. Menjadi pusat perhatian orang sekitar hehe. Sebelum sampai CBD Mall
Ciledug kami sudah melihat Bus Patas 73, kami mengejar dan apa daya Bus
tersebut sudah jalan dengan kencang. Dengan semangat kami terus berjalan
menulusuri jalan raya yang sangat padat merayap. Ketemu Bu Iin di jalan dan
katanya Bus Patas suka berhenti di RS.Sari Asih. Hah? Sari Asih? Serius kita
jalan sampai sana? Iya kita jalan sampai sana. Dan akhirnya ada Bus Patas 73
juga yang berhenti disitu. Keneknya itu baik deh, kita anak sekolah yang
harusnya 1 bangku itu harganya Rp8000 eh ini didiskon hehe. Sambil meunggu
penumpang naik kita makan siang terlebih dahulu. Noni dan Sekar beli 13 roti
untuk mengganjal perut kita serta air mineral.
Bus pun setengah penuh dengan
penumpang. Dengan basmallah bus-nya berangkat. Aku dan Fida didiskon kami
Rp15000 untuk berdua hehe. Selama perjalanan aku ingin berusaha tidur tetapi
tak bisa. Gefin dan Monang tertidur pulas. Setelah berbincang-bincang dengan
keneknya kita akan turun di Jl.Baru. Dan akhirnya kita sampai di Jl.Baru. Dan
kami bertemu dengan seorang bapak-bapak yang se-bus juga dengan kita yang ingin
ke Celeungsi. Kata bapak-bapak tersebut kita naik angkota biru saja. 13 orang
naik dalam 1 angkot hehe, seru. Dan kami diturunkan didekat jembatan. Abang
angkotnya ngeselin. Katanya kita akan diturunkan di Wiladatika langsung tetapi
kita harus jalan dulu dan abangnya pelit ongkos kita kurang tetap ditagih. Lalu
kita melewati jembatan layang. Fida sangat takut ketinggian jadi mukanya agak
panik gitu.
Dan tibalah di gerbang bertuliskan
Taman Wisata Wiladatika. Duuuuh, nggak kerasa banget. Untuk memastikannya kita
menelfon Kak Fajar pembina kami terlebih dahulu. Kami benar arah jalannya dan
kata Kak Fajar kita langsung masuk saja, Kak Fajar menunggu di samping
Pusdiklatnas. Yuhuuu~ ada Kak Rangga dan Kak Putra yang menunjuki arah jalan ke
gedung Pusdiklatnas. Dari kejauhan terlihat tenda-tenda sudah berdiri. Huft,
azan maghrib terdengar, pas banget dengan kedatangan kita di samping gedung Pusdiklatnas.
Kita baris dan bertemu Kakak DKN,
Kita diucapkan ‘Selamat Datang’ dan diberi instruksi. Kita bisa mengunakan
tenda yang disediakan Buper, kita solat maghrib terlebih dahulu, dirikan tenda
dan makan malam lalu sholat isya. Kami langsung melaksanakan perintah tersebut.
Kami menaruh barang bawaan kami dan kami lepas sepatu untuk menuju masjid.
Setelah sholat Maghrib kami mendirikan tenda. Tenda dari buper digunakan untuk
putri dan 2 tenda yang kami bawa untuk putra. Yang putra mendirikan tenda putri
dan putra mendirikan tenda putra. Hehe kerjasama yang bagus. Tenda kita
diarahkan untuk disebelah tenda dari Jakarta Selatan. Tenda kita belum selesai
berdiri. Tetapi kita disuruh makan bersama. Kami menyudahi pendirian tendanya.
Menu makanannya itu Sop makaroni, Nasi
putih, Ayam goreng, kerupuk, serta segelas air mineral. Disitu yang putrinya
mendapat giliran yang pertama untuk mengambil makanannya. Kami sangat lahap
sekali menyantap makanan yang disediakan oleh panitia JOTA-JOTI. Makanannya
lezat. Setelah itu kami melanjutkan pendirian tenda, akhirnya tenda pun berdiri
atas kerjasama kita semua. Setelah itu kita ganti baju kegiatan dan sholat
Isya. Kembali menuju masjid hehe. Eh ternyata tak lama dari Masjid kita disuruh
ngumpul. Kita tergesa-gesa untuk menuju barisan. Setelah baris jika ada alat
tulis atau alat pribadi yang sangat penting masih tertinggal di tenda harap
dibawa. Dan beberapa dari kita mengambil barang-barang tersebut dari tenda
kita.
Lalu kami akan belajar materi JOTI.
JOTI adalah Jambore On The Internet. Kami mengarah ke kolam renang. Tapi kita
nggak tau arah kolam renangna dimana hehe. Kita ditemani oleh Kak Ipul. Kak
Ipul seru banget, orangnya kocak, ngehibur kita, cepet banget klop banget sama
kita selama perjalanan hehe. Selama di perjalanan Kak Ipul selalu menghibur
kita. “Jalan cepet-cepet jalannya, kita udah tua nih haha” begitulah kata Kak
Ipul. Duh haha padahal kita jalannya pelan loh. Eeee ternyata kita ke lantai 2.
Dan kembali menaiki tangga. Fida panik kembali melihat ketinggian dan mukanya
pucat. Sampailah di gedung kolam renang.
Sebelum kegiatan ber-JOTI kita
belajar tentang ‘JURNALISTIK’ mungkin diantara kita semua yang ikut JOTA-JOTI
ada yang bermimpi bercita-cita jadi presenter, jurnalistik, penyiar, kameramen
dll. Nah, disini kita belajar bersama kak al-banjari bagaimana caranya
menggapai cita-cita itu semua. Kita bisa iseng-iseng foto-foto atau menjadi
kameramen dalam suatu acara dalam gudep kita. Foto-foto, segala informasi
kejadian, video dan lain-lain sekarang Pramuka bisa menampungnya lewat www.Pramukatv.com. Sungguh bahagianya kita semua.
Oke kita telah belajar dunia
pertelevisian. Sekarang saatnya kita ber-JOTI dengan tema ‘forum persahabatan’.
Disini kita menggunakan 4 pc (personal computer). 1 pc nya terdiri dari 6
orang. Saya mendapat kelompok nomor 4 kalo gasalah. Saya berkelompok dengan
Chindi (201 Jakarta), Haekal (3 Tangerang), Wiwik (201 Jakarta), Restu (3
Tangerang) dan 1 lagi dari Bekasi tapi lupa nama hehe. Kita ber-JOTI deh dengan
bimbingan Kakak-Kakak panitia kita bisa memakai software yang bernama ‘MIRC’
artinya Move Internet RC nya lupa hehe. Ketika MIRC kita sudah ke log-in kita
disuruh mencari 5 orang dari sahabat-sahabat JOTI kita yang sedang ber-JOTI ria
juga di Internet, apalagi sedang malam minggu pasti ramai. 5 orang itu kita
harus mendata nama, email, nomor telp, dan asalnya. Untuk yang pertama Saya
bagian ngetiknya, Restu bagian translete kalo ada orang luar Indonesia, Chindi
mencata data mereka dan yang lain membantu. Kita ganti-gantian menggunakan pc
tersebut setelah aku ada yang lain menggunakan pc nya.
5 orang pun selesai tercatat dengan
kehadiran 1 orang luar Indonesia. Kocak banget pas kita nyari data 5 orang
tersebut haha ada yang rempong, ada yang langsung ngasih datanya, ada yang
harus dibujuk-bujuk dulu dan lain-lain deh ceritanya.Tiba-tiba Haekal mau
deket-deket Chindi, yaudah saya geser deh, dan dia mainin MIRC-nya. Dan kita
semua disuruh ngumpul, kita kasih laporan forum persahabatan kita selama
ber-JOTI. Lalu kita dapet snack hehe saya hanya mengambil kue pastel. Pukul 11
lewat pada malam hari, kita balik ke tenda kita. Selama perjalanan balik, Iqbal
ngeledekin terus kalo di sebelah kanan saya ada sesuatu gitu. Dia buat saya
parno. Dan alhamdulillah sampai juga di tenda.
Saatnya tidur. Namanya juga Jakarta pasti
panas dan banyak nyamuk. Astagaaa..... selama ingin memejamkan mata itu nggak
bisa nyenyak cuma gara-gara nyamuk doang. Sekar, Dwi, Noni malah bikin
VoiceNote nyanyi lagunya Raisa yang Apalah Arti Menunggu. Duh malam minggu
galau. Restu juga mau anniv sama anggota Godzilla hehe. Saya, Restu, Febby, Dwi
sudah tertidur. Fida, Sekar, dan Noni kebiasaannya datang yaitu mules mendadak
di tenga malam, akhirnya mereka kentut di belakang tenda dan terbentuklah teori
‘kentut’ ala Sekar dan Noni. Dan mereka semua tertidur.
Pada saat tidur, saya tidur di
sebelah Dwi, terdengar suara yang kurang mengenakan. Ternyata dia ngorok haha,
jadinya saya terbangun. Dan setelah ngorok saya mendengar lagi suara Dwi “itu
ada perempuan”, Dwi kenapa? Dwi ngigo? Entahlah sepertinya iya, ngigonya Dwi
membuat saya parno ketakutan dan saya mencoba memejamkan mata tertidur nyenyak.
Nggak lama saya nyenyak terdengarlah suara orang ngaji dari masjid. Selama
tidur saya mendengar orang ngaji tersebut. Azan subuh pun terdengar. Saya
langsung membangunkan yang lain. Ketika semuanya bangun semua langsung
bercerita Dwi ngigo, Dwi ngorok, dan mendengar suara-suara tokek yang mitosnya
ada si hantu..... Dan efek ketawa mulu jadinya kebelet dan buru-buru kita semua
ke Masjid untuk melaksanakan sholat subuh.
Peserta JOTA-JOTI lainnya belum ada
yang bangun untuk sholat subuh. Kebiasaan camping gini, keinget jurit malam dan
bangun sholat subuhnya pagi banget hehe. Setelah sholat Subuh, ada yang mau senam
dulu, ada yang mau langsung tidur, ada yang nyanyi-nyanyi, ada yang kelaperan,
dan lain-lain. Pertama sih kita makan biskuit dari Kak Rangga untuk sedikit
mengganjal perut. Nggak lama sudah pukul 05.30 saja, eh di depan tenda kita
senam-senam sedikit haha pakai lagu senam pramuka. Tiba-tiba di depan gedung
pusdiklat ada yang senam gitu. Fida dan anggota Jamur lainnya mengikuti, kocak
banget mereka ngikutin instruktur senamnya. Setelah itu kami membersihkan diri
kita. Kita langsung ganti baju pramuka. Setelah ganti baju pramuka kita
berfoto-foto di daerah gedung tersebut. Bertemu dengan pembina dari seluruh
Indonesia. Senang sekali bisa berfoto dengan Pembina dari Papua.
Sekitar pukul 8 kita berkumpul untuk
sarapan. Menu sarapan kali ini nasi goreng isi bakso, emping, acar, air mineral
dan pisang. Lezat banget deh nasi gorengnya. Setelah sarapan diinstruksikan
untuk pakai baju pramuka lengkap untuk ber-JOTA kembali. Sambil menunggu untuk
ber-JOTA, salah satu anggota Godzilla naksir anggota Raflesia 201 Jakarta itu
hehe jadi main ledek-ledekan gitu. Terus kita main dance lagu cobo junior dan
JKT48, disini seru banget. Saatnya berkumpul kembali, kita diinstruksikan untuk
merapikan tenda, merapikan barang-barang, karena setelah ber-JOTA kita akan
ikut Upacara Penutupan.
Kita langsung merubuhkan tenda dan
merapikan barang-barang bawaan kami. Sebelum kita ber-JOTA kita bermain games
terlebih dahulu, dimulai games dari Kak Andry mulai dari panjang=pendek dan
sebaliknya, besar=kecil dan sebaliknya, dan lain-lain. Yang kocaknya si Hilal
(Monang) itu pakai baju Dicky, eh pas games pengurutan nama dia menebut ‘H’ eh
kata kakak yang lain namanya Dicky, dia kelupaan hehe. Dan kita bermain games
‘melon, lemon, molen’ nahloh bingung sendiri, setelah itu kita bermain ‘Perang
Dunia’ ini adalah permainan yang seru banget. Pada saat bermain Perang Dunia
saya berkelompok dengan Kakak dari Jabar, Noni, Fida dan Febby. Kelompok kita
diberi nama Inggris. Haha seru banget. Pemenangnya itu dari negara Jepang kalo
nggak salah.
Lalu kita berkumpul kembali untuk
ber-JOTA. Ber-JOTA kali ini itu adalah ‘Fox hunting’. Salah satu semacam antena
gitu pakai sinyal. Seperti kita mencari korban dalam kecelakaan besar atau
bencana alam. Dibimbing oleh Kak Adiyatma kita diberi ilmu tentang penggunaan
Antena tersebut dan contoh-contohnya dalam kehidupan sehari-hari.
Dan pada saat pelaksanaanya kita
giliran ke-3 dan ditambah 2 kakak-kakak dari Jawa Barat. Kakak dari Jabar yang
memegang Antena dan Noni memegang radio sinyalnya. Sekali lagi kita diberikan
pengarahan oleh Kak Adiyatma. Disini ada yang bertugas mengumpatkan barangnya
ada juga yang mencari. Kita bertugas untuk mencari. Atas kerjasama yang sangat
baik kita menemukan barang tersebut dengan waktu kurang lebih 3menit. Barang
tersebut ada di bawah tumpukan dedaunan. Selama yang lain mencobanya, Noni
mengalami penyakit maag, mungkin karena dia tadi makannya terlalu sedikit.
Sekar dan Dwi membawanya untuk segera diobati. ‘Fox Hunting’ pun selesai. Dan
setelah itu kita beristirahat.
Setelah beristirahat sebentar kita
melaksanakan Upacara Penutupan. Kwarcab dari kita doang pake topi pandan hehe.
Mengikuti Upacara Penutupan JOTA-JOTI dengan khidmat. Saya kagum dengan
protokolnya. Upacara Penutupan pun selesai. Lalu kita makan siang bersama
dengan menu makanan: nasi putih, sayur oyong, ayam balado ijo, tahu&toge
pedas serta penutupnya itu melon. Kita makan bersama lagi. Kita kekurangan
cairan, Febby dan Restu akhirnya beli 2 botol air mineral besar. Karena sudah
rintik-rintik. Kita menunggu Febby dan Restu, lalu memindahkan barang-barang ke
Masjid.
Mengkonfirmasikan ke pembina kalau
kita sudah selesai melaksanakan kegiatan JOTA-JOTI. Bagaimana nasib pulangnya?
Entahlah. Selama menunggu kabar dari pembina ternyata ada yang lagi syuting.
Fadhlan dengan antusiasnya dia sampai nanya ke sutradaranya boleh foto apa
nggak dengan artis-artis tersebut. Dan nggak lama kita disuruh pulang seperti
keberangkatan kami kesini.
Tiba-tiba Kak Ipul datang, ya Allah
Kak Ipul baik banget menemani kita disini sambil packing baran kita lagi. Kak
Ipul ga segan berbincang dan bercanda dengan kita. Packing pun selesai. Sebelum
kita pulang, kita berfoto dengan Kak Ipul. Berdoa bersama dengan Kak Ipul. Lalu
kita pamit dengannya “sampai bertemu di JOTA-JOTI selanjutnya kak:’)” menahan
haru meninggalkan Kak Ipul, sampai minta username twitternya. Dan di depan
gedung Pusdiklat kita berfoto untuk sekali lagi. Eh Kak Andry, Kak Agus dan
lain-lain lewat untuk menanyakan kabar kami dan mengarahkan jalan untuk kami
pulang. Dan mereka pulang duluan. Kita menelusuri jalan raya kembali sampai ke
persimpangan.
Kita bertemu Kakak-kakak dari Jawa
Barat juga sedang menunggu angkutan. Dan kita mencari-cari angkutan arah
terminal kampung rambutan. Dapat juga angkutan arah kampung rambutan. Abangnya
baik, kita diberi arahan ketika sampai di terminal nanti agar tidak
kebingungan. Ongkosnya pun didiskon oleh abangnya. Abangnya baik sekali. Kita
meunggu Bus Patas 73 keluar dari terminal. Perdebatan terjadi disitu.
Perdebatan usai, Bus Patas pun keluar dari Terminal Kampung Rambutan. Kita
menaiki Bus tersebut, alhamdulillah Bus Patasnya tidak penuh, agar kita bisa
duduk nyaman hingga sampai Ciledug. Masih daerah Kampung Rambutan ada kakek dan
nenek tidak kebagian bangku, Monang dengan hati baiknya itu memberi tempat
duduknya untuk neenk tersebut, Monang pun rela berdiri. Kami membayar Bus Patas
tersebut. Lalu kami semua tertidur pulas kecuali Monang yang harus menikmati
pegalnya berdiri.
Nggak sadar sudah sampai Pasar
Cipulir, disitu akhirnya Monang bisa duduk. Efek ngantuk banget saya pun
tertidur kembali. Dan taraaaaa~ sampailah di perempatan Ciledug. Lalu kita
turun dan jalan mengarah SMP N 3 Tangerang. Sesampainya disana sedang ada rapat
para alumni. Kita disuruh menceritakan kejadian selama JOTA-JOTI kepada
pembina, kita ceritakan semua. Saya sudah dijemput dan saya pulang terlebih
dahulu daripada teman-teman saya yang lain.
TAMAT
Kesan:
- Seru
bisa cinlok sama Kwarcab lain.
- Seru
bisa Ber-JOTA JOTI bareng.
- Nginep
dengan kwarcab lain.
- Tertawa
bareng kwarcab lain&panitia JOTA-JOTI.Pesan untuk
kedepannya:
-
Selalu
adakan JOTA-JOTI pertahunnya dalam tingkat Nasional maupun Internasional.
-
Harus
lebih banyak mengundang Kwarcab lain untuk daerah se-JABODETABEK.
-
Waktunya
lebih lama untuk pengadaan JOTA-JOTI ini.
-
Lebih
banyak pengembangan teknologi yang diadakan di JOTA-JOTI ini.
-
Kalau
bisa praktek menjadi presenter, kameramen atau hal lainnya dalam dunia
pertelevisian.
Yang saya
dapat:
-
Mendapat
banyak teman.
-
Bisa
tau daerah Jakarta, terutama angkutan umum mengarah ke Wiladatika.
-
Mendapat
ilmu yang tak terhitung harganya.
-
Bisa
kenal kakak-kakak DKN.
-
Bisa
bertemu pembina dari seluruh Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar