Winnie The Pooh Hana Puji Hastuti: Kejutan

Selasa, 18 September 2012

Kejutan


Boneka Cookies Monster
(Karya: Hana Puji Hastuti)

Nama aku Rasyqa, aku kelahiran 16 April 1998. Hari ini H-4 alias 4 hari sebelum ultah aku, ada 1 temanku yang ulang tahun yaitu Kesha. Aku, Reni, Fiska, dan Fani membuat kejutan ultah untuknya. Selain membuat kejutan tentunya kita menjailkan dia dengan siraman tepung, telur dan lain-lain. Nah, ketika siang aku masih ketawa-ketiwi bersama teman-teman. Ketika malamnya, waktu aku buka laptop dan membuka jejaring sosialku yaitu twitter, astagfirullahalazim aku dibully dan dijugde banget di twitter. Di pojok-pojokan supaya aku itu salah besar. Aku salah apa dengan mereka? Sampai-sampai mereka men-judge aku seenaknya mereka. Doi pun ikut men-judge aku. Dan tepatnya pukul 22:55 hubungan aku sama doi alias Fahrezi itu kelar, aku nggak kuat atas perkataan mereka. Biarkanlah aku kelar sama Fahrezi. Padahal aku nggak ada salah apapun sama mereka.
Istilah remaja jaman sekarang yaitu ‘Galau’ itu aku alami, istilahnya seperti terbang bersama kura-kura terbang, terbang ke awan gulali, langit-langit permen yang sangat manis, ditambah love love di udara dan tiba-tiba jatuh ke jurang yang sangat dalam ibaratkan jatuh di sumur yang berpuluh-puluh meter dalamnya. Itu sakit banget. Galau ditengah malam di kamar nan gelap, ditemani guling yang setia ditempat aku berbaring untuk bermimpi. Perlahan-lahan air mataku menetes, menatap ke arah langit-langit kamar, berpelukan dengan 1 guling dan berfikir aku salah apa sama mereka sampai mereka tega menghakimi aku tanpa alasan yang jelas. Dengan air mata seadanya, aku pun berhenti menangis. Setelah menangis, hatiku terasa lega. Dan pergi untuk tidur.
Karna hari Minggu ada acara di ekskul Pramuka jadi hari Jumatnya anak Pramuka disuruh rapat, dan itu bareng anak OSIS juga. Berhubung Fahrezi anak OSIS pasti dia datang untuk rapat OSIS. Aku dateng dengan wajah jutek, mata sembab kurang tidur dan mulut manyun monyong seperti bebek. Ketika aku datang dan disaat itu juga ada Fahrezi, aku di-‘cie-cie’ sama teman-teman. Maksudnya apa coba?. Ruang OSIS dan R.Pramuka itu bersebelahan, sebelum rapat Kak Vina teriak sama Fahrezi sambil menyindir aku. Selesai rapat, kami semua mencuci karpet, aku sama Kesha asik-asik saja, tapi anak-anak lain hanya main-main, sedikit tidak ada rasa keakrabannya lagi.
“Jangan galau han, cuma gara-gara kelar sama Fahrezi, ayo senyum!” Iqbal dan Hanif menyemangati untuk tidak down kembali.
“Iya bal, nif, aku senyum nih” kataku sambil melebarkan mulutku ini.
Hari Minggunya, diacara Pramuka, makanan sudah siap tapi belom siap semua, kak Vina dateng dan itu dia jutek banget.
“Kak Vina” panggil ku sambil menjulurkan tangan padanya.
“Ish apansih, tangan kamu kotor” jawab Kak Vina dengan juteknya.
“Yaudah deh kak” dengan senyum terpaksa aku menjawabnya.
Yang harusnya salaman dengan senior kalau bertemu tapi dia jutek padaku. Biarlah, aku masih mematuhi peraturan. Lalu, ketika mau pulang izin karena ada janji dengan teman Blinkstar malah nggak dibolehkan pulang sama Kak Vina. Aku izin dengan pembina. Setelah mendapatkan izin, aku dan Ayu bersalaman dengan yang lain. Akhirnya pukul setengah 4 sore aku pulang bersama Ayu. Kak Vina yang ada di tempat makanan, sempat menghalan-halangi aku untuk pulang. Aku kesal dalan hati.
“Kak, saya pulang duluan ya kak”
“Ngapain kamu pulang duluan? Mau senang-senang? Acaranya kan belum selesai” dengan juteknya Kak Vina bilang seperti itu.
“Tapi saya ada janji kak dengan teman BS”
“BS apa? Blinkstar? Terus kamu lebih mementingkan acara kamu yang sok eksis itu daripada acara kamu sama angkatan kamu sendiri disini?”
“Gimana lagi kak saya sudah ada janji, nggak boleh diingkari”
“Oh terserah sih, kalau ga kasihan sama teman-teman kamu yaudah”
“Yang penting saya sudah bantu dari awal acara”
“TERSERAH!” dengan juteknya kembali dia sedikit marah.
“Dia mau kemana dek?” tanya Kak Gondo kepada Kak Vina sedang membicarai aku.
“Itu tuh kak, mau jadi anak eksis, nonton konser Blink Blank Blonk itu” Ujar Kak Vina.
Dan aku kesal dengan hari ini, angkatan 24 benar-benar sedang mengusikkan aku dari kemarin. Aku bete, aku kesal, aku benci dengan semuanya.
00:00 16 April tiba, aku kira Fahrezi akan kasih ucapan aku dipukul 00:00 itu, aku pasrah dia bukan siapa-siapa aku lagi. Fahrezi mungkin sudah lupa dengan tanggal ulang tahunku, dan Fahrezi mungkin sudah sangat marah atas keputusanku untuk menjauhinya. Tetapi yang membuat aku senang, sebelum berangkat sekolah ade kelas aku bernama Widi Putri Rizki yang 1 sekolah dengan aku dan dia teman 1 account twitter juga, dia adalah pengucap pertama ulang tahun ke aku. Dia kirim sms dan dia mention ke twitter aku.
“Happy Birthday Kak Rasyqoooong, makin cantik, makin pinter, makin lucu, langgeng sama Kak Fahrezi yaaaaa...jangan lupa traktirannya.” Begitulah sms yang dikirimkan oleh Widi kepadaku.
Senang sekali ada pengucap pertama. Pagi-pagi sesampainya di sekolah aku bertemu dengan Anggi di gerbang sekolah, Anggi itu temen sekelasku, aku jalan bersamanya menuju kelas. Di saat itu anak-anak sekolah sudah baris untuk upacara. Aku bertemu dengan Kak Vina dan Hanif di depan 98. Kak Vina sangat sinis memandangiku, Hanif pun juga begitu. Tepat banget sampai di depan pintu kelas 8.8 anak kelas 8.8 seketika mengucap "HAPPY BIRTHDAY" dengan kompak.
“HAPPY BIRTHDAAAAAY RASYQOOONG tambah jenong ya, tambah pinter, tambah cantik, traktir-traktir anak kelas 8.8 ya jangan lupa” ujar anak kelas 8.8.
Sungguh terharu, Alhamdulillah yang lain inget Hari Ulang Tahunku. Ketika jalannya upacara, bagaimana nggak galau, si Fahrezi jadi Petugas siaga, dia mengawas di belakang barisan 89-8.11 dan itu sama saja mengawas di depan barisan 88. Aku suka memperhatikan dia, terus memperhatikannya sampai aku berfikir dia akan menjadi milikku lagi. Aku baris paling depan, jadi pandangan aku untuk memperhatikan dia nggak terhalang oleh siapa pun.
Selesai upacara, wajah aku masih galau. Anak kelas juga saling nanya, benar atau nggak berita kalau hubungan aku sudah kelar dengan Fahrezi. Lalu, ada pemintaan dansos setiap hari senin, salah satu anak OSIS yang minta dansos adalah Fira, Fira mengucapkan ulang tahun kepadaku. Dan tibatiba Ulan memberitahu pm-nya Fiska.
"Han han sini deh, liat” Ulan memanggilku sambil menunjukkan Blackberrynya.
“ ‘Rasyqa pacarnya Fahrezi’ ohiyaiya makasih ya lan, haha hubungan aku sama Fahrezi sudah kelar.” aku tersenyum, aku heran, apa itu sebuah kode? Kalau aku akan balik ke Fahrezi? Entahlah.
Padahal, Fiska ketika ditwitter ikut men-judge aku, tapi mengapa dia masang pm seperti itu diHari Ulang Tahunku ini. Karna hari ini pertama masuk, jadi belajar nggak terlalu efektif jadi yang lain main-main. Akibat begadang, dan libur, yang biasanya aku bangun disiang hari, sekarang aku ngantuk, aku tidur di kelas selama 1 jam. Istirahat tiba, aku diajak teman-teman untuk ke kantin. Di tangga aku bertemu Dhani dan Fahrezi. Tiba-tiba aku galau lagi, dan bertanya-tanya dalam benakku, kenapa harus bertemu dia lagi.
“Hai syqa, tos dulu dong” Panggil Dhani.
“Hai dhan haha yopyop” sambil tos.
“Happy Birthday ya han haha traktir bisa kali han” ujar Dhani kepadaku.
“Sipsip Dhan makasih, haha nggak ada uang. Kapan-kapan ya”
“haha oke han”
Dalam hatiku, Fahrezi tidak mengucapkan Selamat Ulang Tahun padaku, dia emang benar-benar lupa sepertinya. Selama di sekolah aku hanya diam, ditemani Ulan dan Nadiya. Nadiya baik banget, dia menemani aku curhat tentang kejadian akhir-akhir ini.
Bel sekolah berbunyi, aku bergegas pulang, aku punya perasaan nggak tenang. Setiap ada yang ulang tahun dipramuka itu selalu banyak yang iseng. Jadi, karna takut, aku berusaha kabur. Tapi, Kak Vina lihat kalau aku kabur, dengan pasrah aku ke sanggar. Rapat dimulai, waktu berjalan, pikiran aku kemana-mana. Dan mulai waktunya, aku dijudge kembali, dihakimi ini itu, perkataan kasar keluar dari semua anak pramuka dan kakak-kakak pramuka, aku belum nangis. Ketika Reni muncul dan keluar kata-kata cukup menyakitkan bahwa aku itu bersalah, sebenarnya aku tidak bersalah. Mulailah air mataku menetes, aku memang sayang Fahrezi, tapi apa boleh buat nggak perlu berharap banyak.
“Maaf ya de maaf, kita semua nggak bermaksud buat kamu nangis, yaudah kalo kamu sayang sama kita semua, sayang sama Fahrezi juga, kamu minta maaf sana sama Fahrezi, dia ada di R.OSIS” Ujar Kak Vina.
“Nggak mau kak, saya nggak salah kak.” Ujarku kembali.
“Serius de, minta maaf sana” bujuk Kak Vina.
Karna aku lama nggak mau keluar sanggar pramuka, dan semua teman-teman OSIS dan Pramuka terutama Fahrezi masuk ke dalam Sanggar Pramuka, Fahrezi membawa kardus kecil yang berisi kue beserta lilin diatasnya. Semua teman dan kakak kelas menyanyikan lagu ‘Happy Birthday’ untukku. Tetesan air mata muncul kembali, aku menangis bukan karena sedih, aku menangis karna aku terharu. Semua temanku peduli sama aku, aku salah menilai semuanya selama ini. Lagu ‘Happy Birthday’ selesai dinyanyikan, saatnya meniup lilin di atas kue tersebut.
“Make a wish dulu Ra” Ujar Fahrezi mengingatkan aku untuk berdoa dengan semua harapan, ia tersenyum.
“Iya zi” Balas senyumku.
Aku berharap dan berdoa dalam hati diakhiri dengan kata amin. Selesai membuat harapan, aku meniup lilin. Anak-anak tersenyum kepadaku dan meminta maaf kepadaku atas keisengan mereka akhir-akhir ini.
“Rasyqaaaa, maaf ya kita jahat selama ini, Cuma bercanda kok nggak ada maksud beneran, kita sama Fahrezi kerja sama untuk ngerjain kamu, maaf ya, karna kita sayang sama kamu, kita peduli sama kamu.” Ucap anak Pramuka, OSIS, dan Kakak Kelas.
“Iya kak, semuanya. Makasih sudah buat aku nangis, buat aku sedih, buat aku sesek atas kata-kata kalian, makasih kejutannya.” Ucap terimakasihku kepada semuanya.
“Fahreziiiiiii, ajak balikan dong Rasyqanya, kasian tuh, dianya masih sayang sama kamu zi” ceplos Kak Vina.
“Aduh, Kak Vina” ucapku.
Fahrezi mengajak aku untuk menjalin hubungan seperti dulu lagi. Aku menerimanya, hatiku nggak bisa bohong untuk dekat lagi dengan Fahrezi. Fahrezi juga nggak hanya bawa kue ulang tahun untukku, tetapi dia membawa 1 kado. Terbungkus oleh kertas berwarna biru, bergambar kartun Snoopy, dan bungkus kadonya berbentuk permen. Perlahan aku buka dengan penuh rasa penasaran isi kado tersebut. Ternyata, kadonya itu boneka yang selama ini aku inginkan yaitu Cookies Monster, walaupun seukuran anak bayi baru lahir, tapi aku tetap bersyukur. Aku akan menjaganya dengan baik-baik. Cookies yang sangat berharga dari someone yang aku suka. Dan aku beri nama Cookies Monster tersebut  dengan nama ‘MOMO’.
“De, nih first cake-nya buat siapa?” ceplos Kak Lia dan memberi aku sepotong kue ulang tahun.
“Iya kak” aku mengambil kue pemberian Kak Lia. Aku bingung harus diberi ke siapa.
“Nih zi....” dan akhirnya aku memberi kue pertamanya untuk Fahrezi dan menyuapi kue tersebut ke dalam mulut Fahrezi dan begitupun sebaliknya. Aku senang dengan ulang tahunku di tahun 2012 ini. Dan ini adalah kejutan yang sangat indah yang pernah aku alami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar